Minggu, 03 Februari 2013

Manfaat buah buahan untuk kesehatan Kali ini kita akan membahas manfaat ataupun kahsiat buah-buahan secara umum maupun secara spesifik. Pada beberapa hari yang lalu saya telah menulis tentang Manfaat Buah Semangka, setelah saya amati banyak kata kunci yang masuk dengan kata Manfaat Buah buahan. Bagi kami itu adalah permintaan secara tidak langsung yang harusnya dapat kita penuhi. Indonesia secara asal (asli) merupakan salah satu negara yang subur atau bahkan paling subur. Bahkan jika kita menengok kebelakang tanah pertanian dan perkebuanan Indonesia sangat subur tanpa menggunakan pupuk kimia. Sekarangpun masih ada beberapa daerah pedalaman yang masih bersih dari pengaruh pupuk kimia dan tanahnyapun masih sangat subur, contoh didaerah pedalaman sumatra yang jauh dari keramaian kota. Disana masih banyak petani yang tidak terpengaruh untuk memakai pupuk kimia. Semoga aja mereka melakukan itu semua karena kesadaran pentingnya bertani secara ogranik bukan karena tidak tersedianya pupuk kimia. Kalau di jawa kebanyakan perkebunan dan pertaniannya menggunakan pupuk kimia. Tapi pada dewasa ini tren organik sudah mulai banyak diminati oleh petani jawa. Sedangkan untuk menetralkan lahan dari pengaruh pupuk kimia menjadi lahan yang organik membutuhkan waktu paling tidak 5-10 tahun. Begitu pula dengan buah buahan yang tersedia di pasar tradisional maupun swalayan sekarang masih sangat jarang tersedia buah buahan organik kalau toh ada yang pasti harganya lebih mahal daripada buah buahan yang tidak organik. Itu semua wajar karena memang untuk menghasilkan produk organik tidak semudah dan secepat produk anorganik (tidak organik). Mulai dari perawatan lahan, penggunaan pupuk (pestisida, insektisida) dan bahkan air beserta udaranya yang digunakan semua harus bersih dari unsur unsur kimia. Dari ulasan diatas diharapkan kita dapat memahami mana buah buahan yang organik dan mana buah buahan yang tidak organik (anorganik). Manfaat buah buahan Secara umum buah buahan dapat bermanfaat bagi kesehatan kita karena buah buahhan adalah sumber vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Buah buahan dapat menyembuhkan penyakit tidak ada nafsu makan. buah buahan tersebut antara lain: jeruk manis, pisang, pepaya, mangga, nanas dan sebagainya. Manfaat Buah Anggur Buah anggur dapat bermanfaat bagi penderita penyakit cacar. Manfaat Buah Apel Buah apel dapat bermanfaat bagi penderita pnyakit jantung. Yaitu dengan cara buah apel yang baik dan besar setelah dibersihkan direbus sampai masak dengan gula. Ramuan tersebut dimakan setelah dingin. Ramuan tersebut juga dapat digunakan untuk menyembuhkan batuk. Manfaat Buah Asam/Tamar Hindi Manfaat atau kegunaan dari buah ini adalah sebagai berikut : Menyembuhkan demam dan flu, serta penyakit kulit Menghilangkan rasa haus dan keinginan muntah Manfaat Buah Belimbing Buah belimbing dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit darah tinggi. Caranya yaitu; buah belimbing diparut dan diambil airnya saja atau sekalian ampasnya lalu dicampur dengan madu secukupnya. Sebelum minum berdoa dulu yaa. Manfaat Buah Labu Air Buah labu air jika dimasak bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit batuk dan demam. Dapat pula merangsang kerja otak dan juga sangat baik untuk daya kerja jantung. Manfaat Buah Nanas Buah nanas diparut dan diperas ( diambil airnya ) dapat berguna bagi kesehatan perut. dan dapat pula untuk menyembuhkan penyakit Bronchitis maupun tenggorokan yang sukar untuk menelan. Buah Pala Buah pala jika dikunyah dapat menghilangkan bau mulut dan jika dimakan dapat berfungsi sebagai obat penenang alami. Khasiat lain dari buah pala antara lain: Membawa kesehatan perut maupun hati (liver) Melancarkan pencernaan makanan maupun saluran kencing. Mengobati penyakit limpa. Manfaat Buah Pir/Kummitsra Buah pir jika dimakan dapat menghilangkan demam akibat penyakit kuning. Bahasan ini hanya dari beberapa saja yang saya ketahui dimana masih banyak buah buahan yang belum disebutkan disini. Mungkin dari sobat sekalian ada tambahan mohon kiranya ditambahkan maupun jika ada yang salah mohon dikoreksi. Terima kasih.

Senin, 21 Januari 2013

Contoh Makalah Perpustakaan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif. Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan. Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. B. IDENTIFIKASI MASALAH Sesuai dengan judul makalah ini “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah”, terkait dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah dan fungsi serta sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program tersebut. Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. Bagaimana peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah 2. Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ? C. PEMBATASAN MASALAH. Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah : a. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah; b. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. D. Perumusan Masalah. Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana deskripsi peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah ? 2. Bagaimana deskripsi cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ? BAB II PEMBAHASAN Perpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku maupun bukan buku. Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi tujuan perpustakaan, fungsi perpustakaan dan sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan. A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, di samping dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar. Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah, diantaranya adalah : 1. Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca. 2. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan. 3. Memperluas pengetahuan para siswa. 4. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu. 5. Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik. 6. Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri. 7. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi. 8. Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler. B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah, maka dapat dirumuskan beberapa fungsi perpustakaan, sebagai berikut : 1. Fungsi Edukatif. Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik. 2. Fungsi Informatif. Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya. 3. Fungsi Administratif Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien. 4. Fungsi Rekreatif. Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang, baik oleh siswa maupun oleh guru. 5. Fungsi Penelitian Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber / obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi. C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH. Bila diperhatikan secara jenih, maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Sumbangan / peranan perpustakaan antara lain : 1. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar. 2. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta. 3. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun. 4. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam. 5. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif. 6. Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa. 7. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan. 8. Perpustakaan memberikab kepuasan akan pengetahuan di luar kelas. 9. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat. 10. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian. 11. Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi. 12. Kegairahan / minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya. 13. Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa, maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak, yang ini biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak. 14. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka. BAB III PENUTUP A. SIMPULAN Berdasarkan uraian bahasan “Peranan Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dapat disimpulkan bahwa : 1. Peranan perpustakaan sangat menunjang prestasi pendidikan di sekolah. 2. Perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di semua jenjang pendidikan. 3. Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya B. SARAN Bertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program pendidikan di sekolah, penyusun memberikan saran sebagai berikut: 1. Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya. 2. Peran pengelola perpustakaan / pustakawan yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang handal dan profesional. Lihat Artikel Asli di http://www.bloginfonews.com/2010/11/contoh-makalah-tentang-perpustakaan.html#ixzz2IborfwDa

Pengertian Korupsi




Pengertian Korupsi Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.[1] Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut: • perbuatan melawan hukum; • penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana; • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi; • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara; Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, di antaranya: • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan); • penggelapan dalam jabatan; • pemerasan dalam jabatan; • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara); • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali. Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.